Di suatu siang yang cerah ada segerombolan burung pelikan yang bertugas mengirimkan hadiah yang di berikan awan kepada orang-orang. Mereka mengirimkan hadiah itu dengan penuh semangat dan bahagia. Berbagai macam mereka mengirimkan hadiah mulai dari mainan anak-anak, sepatu, jaket, bola basket, dll. Hampir semua burung pelikan membawa barang yang menyenangkan untuk di berikan. Awan-awan yang memberikan hadiah itu pun awan cerah yang sangat bahagia. Tapi di suatu sisi di langit ada terdapat 1 awan abu-abu yang terpisah dari mereka karena dia berbeda. Dia juga sama seperti awan lainmemberi hadiah kepada orang-orang. Tetapi sering kali hadiah yang di berikan itu berbeda dari biasanya, biasanya awan lain memberi hewan itu kelinci, kucing sedangkan dia memberi nya anak buaya, anak landak, dil. Dia memiliki satu pelikan yang sangat setia bekerja padanya dari sekian banyak pelikan. Pelukan itu bekerja menggunakan baju pelindung.
Masalah ini dimulai ketika pelikan itu pertama kali bekerja. Ia terkejut, karena awan yang menjadi tempat ia bekerja memiliki perbedaan warna dan barang yang akan di kirim. Namun dia tidak memperdulikan hak tersebut dan memulai bekerja. Di hari pertama dia di berikan hadiah untuk di kirim adalah sebuah anak buaya. Awalnya sang pelikan tidak ingin mengirimkan nya, namun karena itu tugas dia sebagai pengirim hadiah, maka dia mengerjakan tugas ini. Di hari kedua dia diberikan hadiah untuk di kirim adalah sebuah anak landak, lagi dan lagi dia sempat menolak untuk mengirimkan hadiah ini, tapi karena itu sudah menjadi konsekuensinya menjadi pengirim, akhirnva dia melakukan nya, walaupun dia kembali dengan keadaan banyak luka. Dan di hari ketiga dia diberikan hadiah untuk di kirim adalah anak harimau, akhirnya dia kembali mengirimkan hadiah itu dengan terpaksa namun penuh tanggung jawab.
Hingga sampai di hari ke empat ia bertugas, dia sempet berfikir untuk pindah ke awan lain yang bisa memberikannya hadiah yang tidak menyakitinya. Namun dia teringat akan semua kebersamaan nya bersama sang awan abu-abu. Hingga dia diam sejenak untuk berfikir mencari solusi bagaimana agar dia tidak terus-menerus terluka ketika mengirimkan hadiah. Setelah lama berfikir akhirnya dia menemukan jawabannya. Ketika semua burung pelikan terbang menuju awan, a tidak langsung menghampiri sang awan abu-abu, melainkan dia menghampiri salah satu awan cerah dan berbisik sesuatu kepadanya. Awan abu-abu yang melihat itu sempat marah dan kecewa namun dia mengurungkan niatnya, dan memilih menangis sendirian. Namun tidak lama setelah itu datanglah sang burung pelikan dengan setelan baju pelindung yang dia dapatkan dari sang awan cerah, ternyata sang pelikan tidak meninggalkan si awan abu-abu melainkan meminta baju pelindung agar a bisa tetap bekerja dan bersama sang awan abu-abu, akhirnya sang awan abu-abu kembali tersenyum dan kembali member hadiah, lalu sang pelikan mengirimkannya kembali. Dan akhirnya mereka tetap menjadi sahabat. Sang burung pelikan tetap bersama sang awan yang memiliki perbedaan dari awan-awan lainnya. Hingga sang pelikan akhirnya mengakhiri hidupnya di usia tua dan baju pelindung itu diberikan kepada sang anak.


